Senin, 19 Juni 2017

KEDATANGAN

Sabtu sore, saat aku melangkahkan kakiku menuju halte busway yang letaknya tak begitu jauh dari cafe tempat aku bertemu dengan teman kuliahku tadi.

Tiba tiba saja hujan turun dan kebetulan memang aku juga tidak membawa payung. Bergegaslah aku mencari tempat untuk berteduh, berlari kecil menuju salah satu teras sebuah toko pernak pernik rumah tangga yang bisa kujadikan tempat untuk berteduh.

Sambil menunggu hujan reda, kumainkan tanganku menadahi air hujan yang turun dari atap toko. Ah ntahlah hal ini selalu saja membuatku merasa bahagia. Membuatku tersenyum pada awalnya kemudian ku terdiam termenung karenanya.

Seketika bunyi handphone berdering, memecah diamku.

Kring kring kring~~
Segera ku buka tas dan mengambil handphone ku. Terpaku aku saat membaca nama yang tertera pada layar handphone ku, dari mas danu.
Nama yang tak pernah lagi muncul di layar handphone ku, terakhir kali adalah 2thn yang lalu ketika mas danu mengucapkan selamat hari raya idul fitri.

Dan ntah mengapa, seketika pula jantungku  berdetak lebih kencang dari biasanya. Seperti seorang yang sedang menunggu hasil sidang atau hasil psikotest, terlalu menegangkan.

"Assalamu'alaikum dek". Sapanya lembut seperti biasanya.

"Wa'alaikumsalam mas". Hanya itu yang bisa kuucapkan dan kemudian aku bingung harus berkata apa.

"Adek lagi dimana sekarang? Bisa kita bertemu?"
Tanpa bertanya kabarku, seolah ia sudah tau bahwa aku baik baik saja.
Dan sebentar, apa yang tadi ia katakan? Bertemu? Bagaimana bisa, yang kutau mas danu dipindah tugaskan 2th yang lalu ke kalimantan.

"Bertemu? Memangnya mas sedang dijakarta?". Tanyaku kebingungan.

"Iya dek, mas kemarin tiba dijakarta. Mas mengambil cuti 4 hari untuk bisa ke jakarta. Mas rindu ibu dirumah". Jawabnya, kemudian ia lanjutkan "Jadi bagaimana, bisa kita bertemu? Mas jemput kamu sekarang".

"Tapi aku sedang tidak ada dirumah mas". Jawabku singkat

"Iya dek, mas tau. Kamu didaerah mana sekarang? Mas jemput kamu ya?".

"Lho mas tau aku tak ada dirumah?". Tanyaku heran.

"Iya nanti mas jelaskan, jadi kamu dimana sekarang?". Tanyanya cepat.

"Aku didaerah pondok indah mas. Sedang berteduh di salah satu toko pernak pernik rumah tangga dekat halte busway pondok indah. di sini hujan". Jawabku sambil mengangkat kedua tangan untuk memastikan bahwa hujannya sudah sedikit reda.

"Halte busway pondok indah? Oke mas kesana sekarang. Nanti mas cari toko yang kamu maksud. Tunggu ya? Wasalamu'alaikum".
Belum sempat ku jawab, mas danu sudah saja menutup teleponnya. Ah baiklah kutunggu sajalah tak ada salahnya, kalaupun ia hanya bercanda tak apa toh aku bisa apa? Tak bisa kemana mana juga.


Tak sampai 30 menit mas danu tiba di halte busway pondok indah, ia parkir mobilnya di lahan kosong samping halte tersebut. Ia turun dari mobilnya dan membuka payung, kemudian berjalan mencari cari toko yang ku jelaskan padanya tadi.

Baru beberapa langkah kakinya berjalan, sudah saja aku menemukan sosoknya dari kejauhan.

"Mas danu" panggil ku. Ia mencari dari mana suara itu berasal. Dan ia langsung bisa melihat ku dari kejauhan. Ia menghampiriku sambil melayangkan senyumannya.

"Assalamu'alaikum dek, lama menunggu mas ya? Maaf tadi jalanan agak sedikit macet karena hujan". Sapanya saat pertama kali bertemu denganku setelah 2th lamanya tak pernah bertemu.

"Wa'alaikumsalam, iya tak apa mas. Adek mengerti". Ada sedikit rasa tak percaya saat aku menjawabnya, kutatap wajahnya untuk memastikan bahwa benar ia adalah mas danu yang aku kenal.

"Kenapa? Kok seperti orang bingung gitu?". Belum sempat kujawab ia kemudian memintaku mengikuti langkah kakinya menuju mobilnya.

"Dek, sebelum mas antar adek pulang temani mas makan dulu yuk. Mas tadi sih sudah makan siang tapi laper lagi, mungkin karena hujan jadi gampang laper ya?".

"Itu mah alasan mas saja, memang pada dasarnya mas memang suka makan kan?" Jawabku.

"Hahaha ketauan deh mas" sambil tertawa ia berkata dan kemudian pergi meninggalkan parkiran dan ntah kemana tempat makan yang ingin ia datangi, aku hanya bisa tertawa melihatnya membuat alasan dan mengiyakan ajakan makannya tadi.

Bersambung~


Selasa, 16 Februari 2016

TAK KENAL MAKA TAK SAYANG


Hiiiii ebhy... orang lama pendatang baru~

Kalo kata pepatah kan, tak kenal maka tak sayang.. jadi yuk mari kita kenalan haha
Semoga aja ada yang sayang~ laaaahapaan

Nama Febriana, panggil saja ebhy/bhy.. jangan panggil saya mawar, karena saya gak pernah jual daging pake boraks sumpah! Hahaha

Usia? Penting gak sih? Eeung.. yang jelas hari ini saya ulang tahun~ yeeeaaay! Gak ada yang nanya mungkin tapi gpp, ya siapa tau dapet kado.. siapa tau ya gak, tapi kayaknya gak ada yang tau.. hiks

Oke cukup sekian perkenalannya, semoga berkenan dihati kalian, kalo ada kurang ya ditambahi kalo ada lebih ya tolong dibalikin~ hahahaha 😁